[Review] Bahwa Cinta itu Ada (2010)

Title : Bahwa Cinta Itu Ada Cast : Dennis Adhieswara, Ariyo Wahab, Restu Sinaga, Rizky Hanggono, Alex Abbad, Eva Asmarani Director : Sujiwo Tejo Rate :

Ini adalah kisah tentang 6 sahabat yang menentukan pilihan hidup dan cintanya masing-masing. 6 Sahabat yang pertama kali berkenalan di antrian loket masuk perguruan tinggi hingga mereka menciptakan sebuah konflik persahabatan sampai hari tua mereka. Berawal dari Fuad (Alex Abbad), sosok yang sangat optimis dalam menghadapi hidupnya. Dia sendiri (bagi gue) adalah representasi dari Che Geuvara, gimana demonstrasi dan rebellion adalah jalan yang dia tempuh semasa kuliah. Di satu titik, dia merasa bahwa kerja kerasnya sebagai aktifis tak terbayar, diapun pensiun dari kegiatan itu.

Kemudian, Slamet (Ariyo Wahab) sosok lugu dari Trenggalek hanya punya satu misi, lulus kuliah kembali ke kampung dan membanggakan orang tuanya. Ada Poltak (Restu Sinaga), Gugun (Dennis Adhieswara), Beni (Rizky Hanggono) dan Ria (Eva Asmarani). Menjadi satu-satunya wanita di kelompok itu, Ria menjadi sosok yang paling dilindungi, mereka menjadi sahabat hingga lulus tiba. Bertahun-tahun mereka terpisah, seolah-olah alam memanggil mereka kembali untuk bersatu. Dalam satu pertemuan yang merupakan awal baru dari persahabatan dan masa depan mereka, membangun bangsa melalui batu bara.

Seperti yang pernah gue baca sebelumnya, film ini adalah film tentang kisah nyata 6 sahabat yang sama-sama berkuliah di ITB. Sebagai seorang sahabat, entah mengapa chemistry ke-6 sahabat ini kurang bisa menyatu bahkan sampai tuapun mereka terkesan “persahabatan karena terpaksa”. Patut diakui, Sujiwo Tejo memang konsisten dengan tradisi Indonesia. Dia memasukkan budaya Indonesia kedalam film ini secara halus dan tak membuat bosan penonton. Ada bagian-bagian cerita di film ini yang terasa “ngambang”, tak terselesaikan. Mungkin itu memang maksud dari penulis atau memang kisah nyatanya seperti itu. Bahkan sampai endingpun, sebenarnya “the unfinished bussines” di film ini dibiarkan begitu saja. Apakah penonton diajak berfikir mencari ending yang tepat? mungkin saja. Well, konsep drama yang disajikan sudah menarik, scoring dan musik yang adapun menambah kuat bahwa film ini adalah film Sujiwo Tejo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s