[Review] Remember Me (2010)

Title : Remember Me Cast : Robert Pattinson, Emilie de Ravin, Pierce Brosnan, Ruby Jerins, Tate Ellington, Chris Cooper Director : Allan Coulter Rate :

Chemistry bisa datang di saat yang mungkin saja tidak tepat. Dua manusia dipertemukan karena kesamaan nasib, ditinggalkan oleh orang yang dicintai selama-lamanya membuat mereka menjadi sangat tertutup dalam sebuah hubungan serius. Tyler Hawkins (Robert Pattinson) adalah sosok pemuda yang hidupnya tak sekaya hartanya. Dia ditinggal oleh adik kandungnya karena bunuh diri dan ditambah lagi sosok ayah yang sangat dia benci karena lebih memilih pekerjaan ketimbang keluarga. Dia hidup bersama teman sekamarnya Aidan Hall (Tate Ellington). Tyler mencoba hidup tanpa bayang-bayang sang ayah, hidupnya dicurahkan untuk kuliah dan adik kandungnya yang lain Caroline Hawkins (Ruby Jerins). Satu saat Tyler dan Aidan masuk penjara atas perbuatan yang tak mereka lakukan. Salah satu polisi yang menangkap mereka adalah Sersan Neil Craig (Chris Cooper).

Sebagai balas dendam dari penangkapan itu atas usul Aidan, Tyler akhirnya mendekati Ally Craig (Emilie de Ravin). Kedekatan Tyler yang awalnya iseng malah berubah menjadi percintaan yang serius. Mereka tampak seperti dijodohkan oleh takdir, saling mencintai dan menemukan arti kekosongan hidup antar mereka. Apalagi, Ally juga trauma terhadap hidup saat ibunya ditembak preman jalanan di subway. Mereka mencoba menjalani percintaan atas persamaan nasib.

Menonton Remember Me, seperti menonton rangkaian kejadian seseorang atas trauma yang dia alami. Emosional yang tertata rapih dari awal sampai akhir, cerita dengan plot tersusun kronologis ini membuat gue (sebagai penonton) merasa terus dibuat untuk tertekan atas apa yang dirasakan dua aktor-aktris utamanya. Meskipun porsi sang aktor lebih besar dalam cerita ini. Tidak ada penyelesaian tentang trauma mereka, toh dengan cinta trauma sepedih apapun akan hilang. Karena itulah tujuan cinta, menjadikan orang lebih baru dan optimis.

Perlu dicatat, penampilan Pattinson di film ini cukup menarik. Dia tak dipaksa berdandan ala vampire dan bicara seperlunya. Dia bisa mentransformasikan dirinya menjadi Tyler Hawkins yang desperate (yah, gak beda sih sama vampire). Sosok Caroline juga bermain dengan apik, anak kecil cerdas dan sedikit rapuh. Adegan yang menurut gue paling baik adalah saat sang ayah (Pierce Brosnan) beradu mulut dengan Tyler, terkesan natural dan mengalir. Endingnya termasuk menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s