[Review] Hot Tub Time Machine (2010)

Title : Hot Tub Time Machine Cast : John Cusack, Craig Robinson, Clark Duke, Rob Corddry, Sebastian Stan Director : Steve Pink Rate :

Film ini mengingatkan gue akan Back To The Future. Memang, film ini tidak didasari oleh ilmu pengetahuan tentang mesin waktu dan bagaimana cara kerjanya. Namun, membalikkan waktu untuk merubah masa depan adalah tema yang menarik bagi gue pribadi. Toh, tiap manusia memang deserve kesempatan kedua. Hot Tub Time Machine memang hidup di jaman 80-an akhir, namun gue sebagai anak 90’an merasa sangat dekat dengan kehidupan 80’an yang memang penuh warna.

Tiga sahabat yang gagal menata kehidupannya kembali bersatu dalam sebuah perjalanan ke tempat dimana juga mereka pernah berkumpul bersama.  Adam (John Cusack) adalah sosok pria yang gagal membangun rumah tangga dengan sang kekasih dan dititipkan adiknya seorang keponakan yang cupu bernama Jacob (Clark Duke), kemudian ada Nick (Craig Robinson), diselingkuhi istrinya namun tetao mencintainya dan mau bekerja keras demi rumah tangganya yang tak sehat dan Lou (Rob Corddry) pria slengean dan tak jelas kemana arah tujuan hidupnya sampai-sampai dia memutuskan untuk bunuh diri. Dari sebuah usaha bunuh diri Lou yang gagal. Adam dan Nick memaksa Lou untuk berkumpul lagi seperti dulu jaman 80-an. Mereka bertigapun mengajak Jacob untuk mendalami om-omnya yang gila saat jaman 80-an.

Tanpa disadari, mereka menginap di sebuah tempat yang sama 24 tahun lalu dan juga bertemu dengan bellboy yang sama, segala kejadian aneh di sebuah hot tub membawa mereka kembali ke tahun 80-an, tepatnya 1986. Merekapun berusaha mengingat segala kejadian tahun itu agar masa depan mereka tak berubah, karena mereka takut akan butterfly effect. Sampai pada satu titik bahwa kembalinya mereka ke 80-an tentu saja membawa perubahan mereka di masa depan, kelak.

Sebagai film komedi, jelas film ini menampilkan kelucuan ala 80-an yang klasik dan menggelikan. Tokoh-tokoh yang adapun dibuat sukses memerankan dengan porsi yang pas. Banyak kejadian konyol yang membuat gue pribadi terpingkal-pingkal menonton film ini, 100 menit film inipun tak terasa dilewati dengan nostalgia ke era 80-an dengan segala masalahnya. Well, satu lagi soundtracknya bagus-bagus, i love 80’s songs.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s