[Review]She’s Out of My League (2010)

Title : She’s Out of My League Cast : Jay Baruchel, Alice Eve, T.j Miller, Lindsay Sloane, Mike Vogel, Nate Torrence Director : Jim Field Smith Rate :

“If someone really loves you, then you are a ten”

Menggelitik memang, dimana terkadang kita menimbang-nimbang kualitas dan kuantitas percintaan kita ke dalam skala nominal tertentu. Toh, kita akan selalu memandang orang yang kita taksir dengan nilai sempurna (sepuluh). Kirk (Jay Baruchel) adalah lima, jika dinilai oleh teman-teman dekatnya. pria dengan self-esteem rendah, tak punya gesture sebagai sosok pria idaman wanita namun apa yang membedakan dia dengan pria-pria lainnya adalah kesahajaannya. Dua tahun paska putus dengan Marnie (Lindsay Sloane) mantan kekasihnya itu malah menjadi anak angkat orang tua Kirk, aneh memang. Keluarga Kirk adalah keluarga yang jauh dari normal, mereka keluarga biasa dengan kelakukan luar biasa. Sehingga membentuk Kirk menjadi pria yang sadar diri bahwa dirinya jauh dari sempurna. Menyembah Marnie untuk kembali mencintainyapun dilakukan karena dia merasa di samping Marnie dia menjadi pria sempurna.

Kemudian di tempat kerja Kirk, yaitu sebuah bandara kecil. Nasib mempertemukannya dengan Molly (Alice Eve), wanita dengan nilai sepuluh. Sebenarnya Kirk tak pernah menyangka bahwa pertemuan tak terduganya itu malah menjadikan dia dekat dengan Molly, tentu saja nada miring ketidak mampuan Kirk memacari wanita sempurna membuat teman-temannya sedikit pesimis bahkan Marnie-pun mulai terbakar cemburu, pasalnya dia malah mendapatkan pria yang jauh lebih buruk daripada Kirk. Lambat laun, Kirk-Molly menjadi pasangan baru penuh cinta, Kirk menganggap Molly sempurna dan Mollypun sebaliknya.

Menyempurnakan percintaan dari sebuah ketidak sempurnaan. Itu adalah garis besar dari film komedi romantis ini. Tak ada pertemuan aneh dari dua orang saling bertentangan karena tak suka satu sama lain, atau orang ketiga yang mengganggu hubungan mereka. Film ini berhasil mematahkan (lagi) konsep drama komedi romantis yang terlanjur “sukses” dengan formula itu-itu saja. Plot yang sederhana mampu dikemas dengan spesial dan mengena.

Bahkan saat konflik yang biasanya karena orang ketigapun, diganti menjadi kontemplasi dua manusia dengan “kesempurnaan” mereka atas ketidak sempurnaan. Toh semua orang pasti tidak sempurna. Drama dengan aliran plot yang asyik dan tak terbebani oleh aktor atau aktris besar, karena tidak ada unsur tersebut disini.


She’s Out of My League jelas masuk dalam daftar film drama komedi romantis favorit gue. Well, untung aja temen-temen ngebahas film ini di twitter waktu itu, padahal gue awalnya gak berminat dengan film ini karena biasanya drama komedi romantis ya itu-itu saja formulanya. Ternyata gue salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s