[Review] Sang Pencerah (2010)

Title : Sang Pencerah Cast : Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca, Giring ‘Nidji’, Joshua Suherman, Dennis Adhieswara, Slamet Raharjo, Ikranegara, Ihsan Tarore Director : Hanung Bramantyo Rate :

Membuat film dengan latar belakang Indonesia 1800-an memanglah tidak mudah, apalagi di jaman sekarang yang (hampir) rata-rata kita telah melupakan sejarah itu. Tahun 2008 dimana pertama kali gue mendengar berita bahwa Hanung Bramantyo akan melahirkan film barunya setelah sukses membuat Ayat-ayat Cinta menjadi film paling laris pada tahun itu. Dengan Judul pertama adalah Ahmad Dahlan, yang tersirat dalam benak gue adalah bagaimanakah karir dia selanjutnya? jika intepretasi tentang film biopik yang mengetengahkan salah satu pahlawan nasional itu dipandang biasa saja atau bahkan jelek. 2 Tahun kemudian film ini diluncurkan dengan judul Sang pencerah.

Sang Pencerah berkisah tentang sosok Darwis (Ihsan Tarore), Dahlan muda yang mencoba menjalani ketentuan Islam secara benar yang diajarkan sesuai Nabi Muhammad SAW, diumurnya yang begitu muda dia bersikeras belajar ke Mekah untuk mempelajari ketentuan Islam secara benar, sekembalinya Dahlan (Lukman Sardi) begitu nama dia selanjutnya, mencoba pelan-pelan mengubah apa yang seharusnya diubah sesuai ketentuan Islam. Hingga konflik gesekan Tradisi dan Syariat.

Film dengan durasi 112 menit ini menurut gue pribadi sangat terlalu singkat untuk sebuah biopik pahlawan sebesar Ahmad Dahlan. Tapi dengan 112 menit itupun gue serasa dibukakan kembali sebuah makna Islam yang benar. Sebagai seorang yang berada di lingkungan NU -gue bukan orang NU ataupun Muhammadiyah, dan minimnya pengetahuan gue tentang Muhammadiyah, film ini terasa membawa pembelajaran tersendiri tentang organisasi ini.

Seinget gue sih ada line yang berbunyi seperti ini “Kami membentuk organisasi ini (Muhammadiyah) bukan sebagai organisasi politik praktis ataupun menjadikan organisasi ini agama. Tapi sebuah organisasi sosial untuk masyarakat”. Cita-cita awal pendiri organisasi ini terasa luntur saat ini, IMHO. Film ini secara visualisasi, penggambaran dan musik sudah bagus. Scene favorit gue adalah saat Dahlan menjelaskan apa itu agama ke murid-muridnya dengan biola, menyentuh!.

2 comments

  1. Amir Syarif Siregar · September 24, 2010

    Singkat… karena setelah ini bakalan ada sekuelnya — yang kembali akan mengharuskan paman ndut ke Jakarta untuk menontonnya. Anyway, gak ngerti kenapa banyak yang menilai buruk film ini hanya karena catatan beberapa film Hanung Bramantyo di masa lalu. Sejelek-jeleknya standar film, Sang Pencerah adalah pencapaian tersendiri di industri film Indonesia. Dan itu yang seharusnya dijadikan key points mengapa Sang Pencerah sangat stand out pada tahun ini.

    • djaycoholyc · September 24, 2010

      Hehehe begitulah paman tipikal pendendam kali hihii..

      ngecap sekali jelek ya jelek, gitu istilahnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s