[Movie] Sehidup (tak) Semati

Title : Sehidup (tak) Semati Cast : Winky Wiryawan, Fanny Fabriana, Joanna Alexandra, Astri Nurdin, Faqih Ngademin, Marissa Jeffryne, Rina, H. Bolot, Henky Solaiman, Mario Maulana Director : Iqbal Rais Rate :

Titan (Winky Wiryawan) dan Helena (Fanny Fabriana) adalah pasangan yang bisa dikatakan sempurna, hidup mewah dan hubungan yang selalu mesra. Satu malam di perayaan ulang tahun pernikahan mereka, Helena yang pengidap asthma lupa membawa inhaler-nya. Tiba-tiba saja asthma Helena kambuh di toilet, Titan tak mengerti kejadian itu. Helena meninggal saat satu tahun mereka bersama.

Kehidupan Titan jelas berbalik, lebih menyendiri dan introvert. Satu malam, Titan menemukan bahwa dirinya bisa melihat arwah Helena yang masih penasaran. Diapun mulai terganggu, apalagi sang pembantu Saut (Faqih Ngademin) dan Kokom (Rina) menganggap Titan mempunyai penyakit jiwa. Rupanya Helena pernah keceplosan ngomong ke Titan saat masih hidup bahwa dia akan memilih jodoh untuk Titan jika dia meninggal. Dari situlah masalah dimulai. Titan harus mencari jodoh didampingi arwah Helena. Di saat bersamaan ada Olin (Joanna Alexandra) yang merupakan mahasiswa magang di psikolog tempat Titan berkonsultasi. Olin ditugaskan untuk mendampingi Titan sehari-hari. Dari kebingunan mencari jodoh, hingga teman baik Helena, Irene (Astri Nurdin) yang awalnya menjadi pengganti Helena ikutan meninggal, pada akhirnya cinta itu jatuh kepada Olin, tak terduga.

Awalnya gue fikir film ini akan berjalan membosankan, bahkan langsung menge-judge film ini mirip Just Like Heaven-nya Ruffalo dan Witherspoon. Rupanya gue salah, konflik dan plot yang berkembang setelah itu malah enak dinikmati, ringan dan menghibur. Apalagi setelah Bolot ikutan muncul di film ini. Gak ada masalah dengan cerita yang awalnya agak boring kemudian menjadi menarik sampai akhir. Di jajaran aktingpun biasa saja, gak ada istimewa namun tetap berkarakter. Scene-scene film ini dibantu oleh Faqih yang mampu mencairkan humor yang lucu.

Intinya adalah Iqbal Rais bisa membuktikan bahwa dia bisa membuat film drama komedi dengan formula yang (setidaknya) benar. Gak berlebihan, pas takarannya.

“Kok mbah tahu kalau bu Helena matinya pas makan malam?

“Kan di FBnya status terakhirnya gitu”

“Oh iya, saya gak Online”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s