[Movie] Red Cobex (2010)

Title : Red Cobex Cast : Tika Panggabean, Aida Nurmala, Cut Mini, Sarah Sechan, Shanty, Irfan Hakim, Lukman Sardi, Edo Kondologit Director : Upi Rate :

Entah kenapa mindset menjadikan film dengan ramai bintang besar menjadi film yang menarik selalu muncul pertama kali, even belum ditonton. Secara image mungkin film itu akan menjadi film yang spesial karena mendatangkan aktor/aktris papan atas. Dan kemudian, ada dua persepsi disitu : Gagal menyampaikan kehebohan itu atau berhasil namun sebatas menampilkan kemampuan akting. Sayangnya, dua hal itu terjadi di film Red Cobex ini. Film milik Upi diisi oleh paling tidak 10-an bintang papan atas yang seharusnya bisa membuat film ini menarik.

Gank Red Cobex

Ceritanya tentang sebuah genk yang berisi ibu-ibu (yang entah kenapa tak pernah diperlihatkan kemana bapak-bapak dari ibu-ibu ini). Ada Mama Anna (Tika Panggabean), Yu Halimah (Aida Nurmala), Cik Memey (Cut Mini), Tante Lisa (Indy Barends) dan Bo Bariah (Sarah Sechan). Mereka berlima adalah “pembela kebenaran” atas semua masalah di kampung kecilnya, membantu orang tertindas dan teraniaya. Satu hari saat mereka beroperasi bersama anak Mama Anna, Yopie (Lukman Sardi) tanpa sengaja Yopi menjatuhkan lemari besar ke Mr. Albert (Edo Kondologit). Kemudian genk itu dipenjara, kecuali Yopie. Dalam kesendiriannya Yopie mencoba mencari apa jati dirinya, dibantu oleh Ramli (Irfan Hakim) sahabatnya yang menikahi wanita emosional Ipah (Shanty). Kehidupan Yopie kemudian menjadi tokoh sentral di film ini.

Sebenarnya dari segi kualitas akting mereka bisa dianggap menarik, apalagi aksen-aksen yang mereka berikan (meskipun dengan terpaksa gue bilang kalau Lukman Sardi emang belum cocok jadi orang timur). Tapi sayangnya kualitas itu gak diimbangi dengan cerita yang menarik. Semua intrik difilm ini dibabad dengan sangat dangkal dan (kadang) tidak masuk akal. Sepertinya penulis hanya menyajikan rentetan cerita namun saat penyelesaiannya dibiarkan begitu saja. Yang bisa masuk dalam nalar gue cuma satu : Mengusung tema Indonesia dimana banyak suku tapi tetap damai, itu aja.

Dan satu lagi, kenapa aktor/aktris yang memakai aksen-aksen daerah itu jatuhnya maksa ya? maksud gue orang Ambon-pun gak sebegitunya kalau ngomong, IMHO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s