[Book] 9 dari Nadira

Title : 9 dari Nadira

Writer : Leila S. Chudori

Rate :

Menjadi seorang pembaca adalah beban, memang tugas pembaca adalah membaca, tapi bagaimana rasanya jika pembaca malah seperti terseret masuk ke dalam sebuah cerita seperti bersentuhan dengan karakter-karakter di dalam cerita yang disajikan kemudian seperti berpihak pada salah satu karakter aja, menghakimi karakter lain saat karakter favorit kita terpojok atau terkalahkan.

Perjalanan saya membaca 9 dari Nadira seperti sebuah perjalanan dari bilik kehidupan satu ke kehidupan lain sosok Nadira. Perempuan, anak, istri dan ibu yang berubah-ubah dari bilik ke bilik. Saat menjadi anak, dia merasa hidupnya gelap, ibunya yang mati bunuh diri mau tak mau membuat dia menjadi sosok yang tak pernah tahu misteri apa yang sebenarnya ada dalam diri ibunya. Kemudian menjadi perempuan yang berkelana dengan karier dan seksualitas. Dia merasa tak sempurna menjadi perempuan karena dia seperti object dari beberapa pria di buku ini. Hingga kemudian dia bermetamorfosa menjadi sosok istri yang sebenarnya sangat baik namun kemudian harus memutuskan ikatan pernikahan dengan sebuah alasan klasik. 9 dari Nadira memberikan saya gambaran bahwa manusia itu rapuh, tapi manusia itu bisa kuat dari kerapuhan itu.

Hanya perlu 28 jam saya menyelesaikan buku ini, bukan karena saya dihadapkan dengan deadline review ini, tapi karena saya seperti tertarik untuk menyelami Nadira. Nadira yang cantik (dalam gambaran saya), tangguh dan kuat tapi tetap punya sisi rapuh yang menarik. Seperti biasa, membaca buku adalah merancang fantasi saya. Menggambarkan sosok karakter dengan aktor/aktis film, ini selalu saya lakukan. Dan hasilnya, Nadira adalah Dian Sastro, Utara Bayu adalah Tora Sudiro dan Niko Yuliar adalah Fauzi Baadilla. Memang, semangat Dunia Tanpa Koma ada di novel ini, sisi jurnalis dan hidup yang tak jauh berbeda dengan Raya, Bayu dan Bram.

Leila Chudori berhasil memaksa saya untuk berfikir tentang kehidupan, hidup yang sebenarnya biasa saja tapi sebenarnya ada gejolak dan kerapuhan. Metamorfosis kata dan alur maju mundur adalah kekuatan novel ini, saya sangat menyukai alur ini, baik di film atau di buku. Karya yang bagus..oh luar biasa!. Bagian yang menurut saya paling menarik adalah “Tasbih”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s