[Movie] The Year of Living Dangerously (1982)

Title : The Year of Living Dangerously

Cast : Mel Gibson, Sigourney Weaver, Linda Hunt, Bembol Roco, Domingo Landicho, Mike Emperio, Bill Kerr, Noel Ferrier, Paul Sonkkila, Ali Nur, Joel Agona

Director : Peter Weir

Rate :

Guy Hamilton (Mel Gibson) adalah jurnalis ABS dari Australia yang cekatan dan mempunyai passion tinggi terhadap berita-berita kontroversial. Sekalinya dia harus meliput di luar negaranya diapun dihadapkan dengan tugas nan berat di sebuah negara yang sedang bergejolak, Indonesia. Hamilton tiba di Jakarta tahun 1965. Dalam ketidak pastian situasi politik Indonesia saat itu, Hamilton melihat Jakarta, ibu kota Indonesia sebagai kota yang menyedihkan. Di Hotel, dia bertemu dengan Billy Kwan (Linda Hunt), fotographer handal yang sudah terlebih dahulu tinggal di Jakarta. Dari persahabatan merekalah semua konflik pribadi dan politik bermula. Sikap warga Indonesia yang anti-western, kemudian Hamilton bertemu dengan Jull Bryant (Sigourney Weaver) kepercayaan atase militer Inggris yang mempunyai banyak intel untuk melihat situasi politik Indonesia, hingga kekecewaan Billy terhadap Soekarno (Mike Emperio) Presiden Republik Indonesia atas apa yang dia alami.



The Year of Living Dangerously adalah film dengan tema sensitive yang mungkin pada saat pertama kali tayang menimbulkan kontroversi dengan menampilkan Indonesia dari sudut pandang barat, apalagi setting tahun 1965 saat Soekarno dan PKI berjalan mesra. Bagi gue, film yang menurut gue bagus adalah film yang bisa menahan gue sejenak berhenti bernafas atau breathtaking. Ya, film ini mampu membuat gue melakukan hal itu. Gue seperti diseret ke masa 1965 melihat bagaimana Indonesia dalam penggambaran Peter Weir. Sangat mengagumkan dari sisi cerita dan eksekusi.

Awalnya, gue melihat seperti ada pertalian cerita dan tokoh-tokoh wayang Jawa. Contoh saja Arjuna, seorang ksatria cerdas dan kuat digambarkan oleh sosok Guy Hamilton. Srikandi, wanita pantang menyerah dan keras kepala digambarkan baik di karakter Jill dan Semar, pembantu Arjuna nan loyal dan selalu membela ada di tokoh Billy Kwan. Meski tidak sampai ke arah tersebut tapi buat gue udah cukup menggambarkan. Jika ada yang meremake film ini –dan gue berharap ada, pastinya akan lebih menarik lagi. Linda Hunt adalah aktris luar biasa, gue gak nyangka kalau Billy Kwan diperankan oleh wanita dan berhasil.

“lf you want to understand Java, you have to understand the wajang,  the sacred shadow play. The puppet master was a priest. That’s why they call Soekarno the great puppet master, balancing the left with the right.” – Billy Kwan.

(61/2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s