[Movie] Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)

Title : Di Bawah Lindungan Ka’bah

Cast : Herjunot Ali, Laudya Cynthia Bella, Niken Anjani, Tarra Budiman, Jenny Rachman, Widyawati, Didi Petet, Leroy Osmani, Ajun Perwira, Akhmad Setyadi

Director : Hanny R. Saputra

Rate :

Kisah cinta sejati Zainab (Laudya Cynthia Bella) dan Hasan (Herjunot Ali) tergambar suci. Hasan, pemuda yang menjalani hidupnya dengan keikhlasan dan berpanutan terhadap agama mempunyai cita-cita besar dalam hidupnya, naik haji. Sementara Zainab, gadis dari keluarga kaya yang cita-cita besarnya malah menikah dengan pria yang dia anggap pantas untuk dirinya yaitu Hasan. Perbedaan kasta, permasalahan gender dan kesucian agama sampai fitnah untuk Hasan dan Zainab, membuat mereka menjalani kehidupannya yang keras. Perjalanan Hasan demi mencapai cita-citanya dan mewujudkan keinginan Zainab menghiasi film dengan setting Padang 1920-an ini.

Setiap film adaptasi —baik dari novel atau cerita pendek membuat gue penasaran dengan karya aslinya. Apalagi setelah tahu —dan gue baru tahu, kalau Di Bawah Lindungan Ka’bah adalah novel klasik karya Buya Hamka. Sebuah keberanian besar bagi MD Pictures, Armantoro dan Titin Wattimena untuk menuangkan cerita tersebut ke dalam layar lebar. Hasilnya? tak mengecewakan, khusus di department skrip dan plot.

Lalu bagaimana dengan department akting? Ya, sebenarnya tidak terlalu buruk tapi juga tidak terlalu spesial. Yang pasti,akting sinetron Laudya Bella masih sedikit melekat pada dirinya, Junot lain lagi. Dia bisa jadi bermain apik di film ini, namun saat dia harus akting sedih/mengeluarkan air mata entah kenapa malah terkesan berlebihan. Aktor dan aktris seniornya gue gak meragukan lagi.

Penggambaran tahun 20-anpun menurut gue cukup merepresentasikan, kecuali bagian iklan yang dipaksakan ditempel itu. Gue terkesan dengan cerita cinta sejatinya, menyentuh dan mengharukan. :’)

(97/2011)

One comment

  1. valzon · January 7, 2012

    dialog ala minangnya tak begitu mengena, contoh kecil …pemanggilan emak, terasa sangat betawi, dimana seharusnya di ucapkan dengan “amak” …. Tidak seperti film “sang pemimpi” dimana nuasa dialek jawa dan beberapa dialog dlm bahasa jawa yg begitu menyatu… dalam film ini, aksen indonesia minang, kurang begitu berhasil (keculai beberapa aktor seperti widyawati dan rustam (mamaknya zainab)), sedangkan untuk didi petet, sayang sekali aksennya tidak dpt sama sekali ….sedangkan setting, kostum dan make up saya acung jempol ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s