[Movie] Sang Penari (2011)

Title : Sang Penari

Cast : Nyoman Oka Antara, Prisia Nasution, Slamet Raharjo, Dewi Irawan, Lukman Sardi, T. Rifnu Wikana, Hendro Djarot, Landung Simatupang, Happy Salma, Tio Pakusadewo

Director : Ifa Isfansyah

Rate :

Srintil (Prisia Nasution), anak belia dari Dukuh Paruk mengangumi Surti (Happy Salma) ronggeng tenar yang sangat dipuja warga dusun. Suatu hari terjadi bencana “tempe bongkrek” yang menyebabkan Surti, ronggeng idaman warga meninggal. Ayah dan ibu Srintil menjadi tertuduh. Rasus (Oka Antara), sahabat dari kecilnyapun mulai menjauhi Srintil atas kejadian tersebut. 10 tahun kemudian, Srintil beranjak dewasa dan siap menjadi ronggeng. Keputusan srintil ditentang oleh Rasus yang kini menjadi kekasihnya dan dukun ronggeng Kertareja (Slamet Rahardjo). Padahal, sang kakek Sakarya (Landung Simatupang) tahu betul bahwa Srintil bisa menjadi ronggeng hebat. Dilema Srintil menjadi ketika dia memutuskan untuk menjadi ronggeng dan Rasus memutuskan untuk menjadi tentara. Mereka seperti ada di persimpangan jalan, memilih jalan terbaik demi tradisi dan cinta sejati.

Saat pertama kali mendengar bahwa salah satu novel favorit gue ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari akan di filmkan, gue mendadak exciting. Ronggeng Dukuh Paruk seolah-olah menjadi bacaan wajib kala itu, karena kedekatan historis kota yang gue tinggali dengan setting yang terjadi di novel. Ditambah pula, side story yang mengangkat isu sensitive kala itu, politik/komunisme dan kebudayaan. Disini terlihat detail yang sangat baik, Sang Penari mampu membius gue untuk tetap menyimak semua dialog, scene bahkan pemandangan asri Dukuh Paruk. Ifa Isfansyah, Salman Aristo dan Shanty Harmayn mampu mentranslasikan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan baik.

Tak mamu membandingkan dengan novelnya, namun Sang Penari malah bisa berdiri sendiri sebagai film yang terinspirasi dari novelnya. Ditambah pula, kekuatan cerita, plot dan akting dari hampir semua pemain di film ini yang membuat gue sangat mengapresiasi film Indonesia ini. Jarang memang gue bisa menikmati film Indonesia dengan cara yang beda. Tak banyak, terakhir kali gue nonton dengan perasaan seperti ini adalah ketika menonton Gie. Sisi historis dan penuturannya sangat baik.

Prisia Nasution-pun membuktikan bahwa dia bukan sekedar pemain FTV yang bisa bermain di cerita-cerita drama/komedi konyol. Dia menunjukkan kematangan akting menjadi Srintil yang cantik dan pandai menari. Oka Antara memang tak diragukan lagi, meskipun pada awal film dia cukup mengganggu di aksen ngapak yang seperti dipaksakan, namun metamorfosis dia menjadi tentara gagah dan berwibawa sangat baik. Para pemain pendukung tak kalah total, ada Slamet Raharjo dan Hendro Djarot yang bermain apik. Sang Penari adalah film Indonesia yang membanggakan. Salut!

(144/2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s