[Movie] Arisan! 2 (2011)

Title : Arisan! 2

Cast : Tora Sudiro, Cut Mini, Rachel Maryam, Aida Nurmala, Surya Saputra, Pong Harjatmo, Rio Dewanto, Sarah Sechan, Atiqah Hasiholan, Adinia Wirasti, Edward Gunawan

Director : Nia Dinata

Rate :

Sakti (Tora Sudiro), Meimei (Cut Mini), Andien (Aida Nurmala), Lita (Rachel Maryam) dan Nino (Surya Saputra) kembali berkumpul setelah 8 tahun mereka menjalani kehidupan glamor mereka masing-masing. Sakti dan Nino yang sudah mengakhiri hubungannya, mereka telah memiliki pasangan masing-masing. Andien yang diwarisi harta melimpah dari mendiang suaminya, Meimei yang tetap melajang dan memutuskan untuk mengikuti kelas healing di sebuah pulau kecil di Lombok dan Lita yang sedang berusaha keras menjadi anggota dewan serta ibu dari Talu (Keiko Marwan), anak yang dia kandung tanpa tahu siapa sang bapak. Mereka dengan tambahan Octa (Rio Dewanto), kekasih brondong Nino, Dr. Tom (Edward Gunawan) dokter healing Meimei mencoba memaknai kebebasan hidup dalam dunia glamor yang penuh lika-liku.

Gue mulai dari ide Nia Dinata kembali membawa hype Arisan! ke permukaan film Indonesia. Sebenarnya, gue antara setuju dan tidak setuju dengan sekuel ini. Setuju karena jelas mereka masih punya ruang dengan cerita yang sebenarnya bukan sambungan dari film pertamanya, melainkan dari serial TVnya. Tidak setuju, karena gue merasa Arisan! sudah punya cukup materi untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di benak gue tentang mereka dan kehidupan mereka selanjutnya. Toh ini bisa membuat penonton merasa bebas menentukan ending dari masing-masing karakter.

Kembali ke Arisan! 2. Sekuel ini entah mengapa seperti dibuat (atau sengaja dibuat) hanya untuk memuaskan hasrat pecinta karakter Arisan! pertama tanpa melihat cerita yang akan dibawa. Jelas, 8 tahun adalah rentang yang cukup jauh untuk sebuah sekuel. Arisan! 2 seperti kehilangan feel di dramanya dan menguat di sektor komedi urban yang terlihat smart. Sindiran dan sentilan untuk orang-orang yang merasa tersindir sudah tepat dengan logika dan simbolisasi ucapan dari karakter-karakter Arisan! 2, tapi kemudian mendadak lemah dengan eksekusi yang setengah-setengah, sepertinya semua dibiarkan memiliki masalah dan dengan ending yang sederhana masalah itupun mendadak menguap. Penonton tak diberi tahu –atau memang itu rencana Nia Dinata. Atau pahit-pahitnya, Nia Dinata bisa saja membawa masalah yang tertinggal untuk diteruskan ke Arisan! 3, mungkin.

Bisa jadi pula, cerita yang dulunya sangat kuat di Arisan! pertama yang mendadak lemah adalah tak ada campur tangan dari Joko Anwar which is membawa pesan kuat di setiap karakter di film pertamanya. Karakter, ah mereka adalah pemain kelas A yang tak butuh diberi ceramah soal akting, mereka bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Munculnya karakter-karakter tambahan yang membuat Arisan! 2 lebih kaya di department akting. Untung saja, mereka bukan cuma tempelan tapi memang mereka punya andil besar di setiap scene. Rio Dewanto contohnya, dia sangat nyaman berakting sebagai gay manja yang eksis, atau Sarah Sechan, oh how i love this woman in every her movies. Even the bad one. Akhirnya, toh Arisan! 2 sudah menghadirkan pengalaman spiritual dan drama-komedi yang ringan dan menyenangkan. Oh ya, Edward Gunawan adalah aktor yang memakai watak dalam berperan, he’s good in this movie.

“Kadang kita lupa bagaimana kita bersyukur, menikmati matahari terbit dan tenggelam”

(147/2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s