[Movie] Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012)

Title : Cita-Citaku Setinggi Tanah | Year : 2012 | Genre : Drama, Family| Cast: M Syihab Imam Muttaqin, Rizqullah Maulana Daffa, Iqbal Zuhda Irsyad, Dewi Wulandari Cahyaningrum, Agus Kuncoro, Nina Tamam, Donny Alamsyah, Iwuk Tamam|  Director : Eugene Pandji| Rate :

[Perhatian : Mungkin dari beberapa bagian di review ini mengandung spoiler]

Jika saja Film Indonesia dipenuhi oleh semangat kreatifitas dan kerendahan hati dalam membuat skrip paling tidak kita terselamatkan dari maraknya film hornography yang masih sering ada dan terbilang laku di pasaran. Cita-citaku Setinggi Tanah adalah film Indonesia dengan cerita yang sangat sederhana namun digarap dengan hati, sehingga terciptalah karya yang natural, jujur dan menyentuh.

Bercerita tentang pertalian sahabat 4 anak di sebuah desa kecil di Muntilan. Agus (M Syihab Imam Muttaqin) adalah tokoh sentral di film ini, dia anak laki-laki dari keluarga pembuah tahu yang bersahaja dan penurut. Suatu hari ada tugas sekolah tentang cita-cita. 3 teman lainnya Jono (Rizqullah Maulana Daffa), Puji (Iqbal Zuhda Irsyad) dan Sri (Dewi Wulandari Cahyaningrum) memiliki cita-cita setinggi langit yang mungkin mustahil terwujud. Tapi tidak untuk Agus, cita-citanya sederhana : Makan masakan Padang di restoran Padang. Saking simple-nya teman-temannya hanya bisa mengejek dia. Tapi Agus adalah Agus, pribadi optimis yang melakukan apapun demi mewujudkan cita-citanya. Dari saat itu diapun perlahan mewujudkan cita-cita kecilnya meski dia harus berhadapan dengan kerasnya sang ayah, teman-teman yang menganggap dirinya aneh dan dirinya sendiri yang terkadang kurang percaya diri.

Eugene Pandji, yang sebelumnya hanya saya kenal di ranah penyutradaraan Video Klip kali ini membawa kesan lain di film perdananya yang dia sutradarai dan produseri. Mengambil shoot-shoot pedesaan yang nyaman dilihat dan benar-benar terkesan desa membawa value plus untuk film ini. Di bagian akting, empat anak yang bermain adalah empat anak yang tahu benar bahwa akting sebagai anak-anak memanglah seperti apa adanya anak-anak, tanpa dibuat-buat dan natural.

Sebuah film yang mengingatkan kita betapa mewujudkan cita-cita adalah hal yang tak selalu mudah.[126/2012]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s