[Movie] Cinta Tapi Beda (2012)

181. CintaTapiBeda

Title : Cinta Tapi Beda Year : 2012 | Genre : Drama, Romance | Cast : Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Ratu Felisha, Agus Kuncoro, Jajang C. Noor, Nungky Kusumastuti, Hudson Pranajaya, Leroy Osmani, Ayu Dyah Pasha, Rara Nawangsih  | Director : Hestu Saputra, Hanung Bramantyo Rate :

[Perhatian : Mungkin dari beberapa bagian di review ini mengandung spoiler]

Ini adalah film ke-3 yang disutradarai Hanung Bramantyo di tahun 2012 meski di film ini dia men-direct bersama Hestu Saputra yang sebelumnya menyutradarai Pengejar Angin. Apa sebenarnya yang ditawarkan Hanung disetiap film-filmnya yang bersetuhan dengan keyakinan dan kesukuan? hanya sekedar penguatan argument tentang pluraritas atau sekedar berbagi hal yang tabu dan layak diangkat di layar lebar dan mengajarkan tolreansi?. Tapi apapun agenda Habung di setiap film-filmnya akhir-akhir ini dia membawa pembelajaran baru bagi orang awam akan indahnya toleransi yang dulu pernah berkembang baik di Indonesia.

181. CintaTapiBedacap

Cinta Tapi Beda adalah kisah brutal dari dua anak manusia berbeda suku dan berbeda agama. Cahyo (Reza Nangin) muslim taat yang mencoba membuka wawasan tentang toleransi antar umat beragama kepada sang ayah yang sudah kadung tertutup hatinya setelah dia tahu sang anak lebih memilih Diana (Agni Pratistha –Jakarta Hati, Mengejar Matahari) gadis Katolik untuk menjadi calon istrinya ketimbang pilihan sang ayah. Sementara itu, Dianapun terhambat restu sang ibu (Jajang C Noer –Mata Tertutup, Dilema) yang teguh memegang prinsip Katolik dan tak mau kecolongan lagi seperti kedua anaknya terdahulu. Cahyo dan Diana seperti berjalan di sebuah jalan setapak sempit yang mengharuskan mereka berjalan sendiri tak beriringan.

Premise Cinta Tapi Beda sebenarnya tidak terlalu buruj, bahkan 20-an menit awal film ini adalah bagian terbaik. Brutal dan vulgar tapi itu realita yang ada, setelah konflik dimulai intensitas emosi mendadak menurun, dan diperparah di ending yang terkesan dipaksakan manis. Tak salah memang, namun inkonsistensi penulislah yang perlu diperhatikan. Mungkin dengan dalih atas nama menghindari kontroversi, maka ending dibuat seperti itu.

Satu hal yang pasti, Reza Nangin sudah siap menjelajahi dunia film Indonesia tahun depan. Akting dia tak mengecewakan dan saya yakin jika dia mendapatkan peran yang tepat dia bisa menjadi idola dan aktor baru yang berkualitas di blantika perfilman Indonesia. Sedangkan chemistry-nya dengan Agni juga hal terbaik di film ini.

Bagi saya, Cinta Tapi Beda semacam kado akhir tahun dan pesan damai dari Hanung cs untuk pluralisme dan toleransi antar umat beragama. Bukan berarti buruk namun kurang berkesan saja.[181/2012]

3 comments

  1. onta · December 28, 2012

    mas mas mas, network sulampapua jelek tuh :p coba di ber tes lagi wkwkwkwkwk, minta donlotan nya donk😀

    • djaycoholyc · January 8, 2013

      dih gw barubaca komen ini :p

  2. Pingback: Indonesian Movies’s 2012: Year in Review « SO-CALLED REVIEWER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s