[Book] Pulang (2012)

pulang

Title : Pulang

Writer : Leila S. Chudori

Year : 2012

Publisher : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Rate : 

Tak banyak buku yang saya baca di tahun 2012. Ah, coba saya ingat. Pulang adalah buku/novel ketiga yang saya baca di tahun ini. Saya mulai menggemari karya-karya Leila S. Chudori sejak menonton Dunia Tanpa Koma di stasiun televisi di tahun 2006. Bagi saya, tak ada serial TV semegah dan semenarik itu sejak Si Doel Anak Sekolahan. Dari situlah saya mulai mencari karya-karya lain dari mbak Leila. Kemudian saya mendapatkan berita gembira saat mbak Leila memfollow akun twitter saya (Ha! saya difollow penulis handal) dan kemudian mbak Leila meminta saya untuk membaca novel yang menjadi nafas Dunia Tanpa Koma. 9 dari Nadira dan Malam Terakhir adalah dua karya yang sudah saya baca sebelumnya.

pulang 2

Kemudian di tahun ini, mbak Leila kembali dengan novel yang sudah dipersiapkan sebenarnya sejak 6 tahun lalu. Sebuah kisah getir dari serpihan sejarah Indonesia yang terlupa. Saya tak mungkin membeberkan isi novel yang baru saja rilis beberapa bulan ini. Tapi ijinkan saya memberikan sedikit sinopsisnya.

Dimas Suryo adalah sosok laki-laki yang sudah lebih dari 30 tahun meninggalkan Indonesia atas alasan yang tak pernah bisa diterima dengan akal sehat. Dia menjadi ‘orang yang dicari’ oleh pemerintah Indonesia karena ‘disinyalir’ mengikuti kegiatan komunisme di Indonesia bahkan ‘terlibat’ pemberontakan PKI 30 September 1965. 32 tahun kemudian, Lintang Utara anak Dimas Suryo terpaksa ‘pulang’ ke Indonesia. Mempelajari Indonesia dari dekat di saat yang tak tepat. Kerusuhan Mei 1998 ada di depan mata Lintang, sembari mengumpulkan serpihan puzzle sejarah kelam sekaligus menyelami Indonesia yang begitu baru bagi dirinya.

Pulang adalah karya yang penuh emosional dan kegetiran. Sangat jarang saya bisa menikmati novel hanya dalam beberapa hari dan langsung selesai, namun Pulang membawa rasa lain saat membacanya. Cerita serpihan waktu yang mengalir begitu baik dengan intensitas emosi yang konstan. Mbak Leila sudah terbiasa menulis dengan gaya seperti ini, berbolak-balik namun tetap nyaman untuk disimak.

Penggambaran cerita di novel selalu saya coba translasikan ke sebuah photographic memory melalui adegan-adegan absurd yang ada di benak saya. Ya, saya menemuka sosok Lintang ada di diri Nadira di novel sebelumnya bahkan ada nafas Raya di Dunia Tanpa Koma di dalam diri Lintang. Keita karakter itu serasa sama meski waktu, masalah dan emosi yang berbeda.

Sebuah karya historis, magis dan miris atas sebuah sejarah terlupa di Indonesia. Saya sempat merinding di bagian awal novel dan di bagian pembukaan Restoran Tanah Air. Karya yang mengagumkan.

 

 

3 comments

  1. online shopping list · September 21, 2014

    you are actually a excellent webmaster. The site loading
    pace is amazing. It seems that you are doing any distinctive trick.
    Moreover, The contents are masterwork. you have done a wonderful job on this subject!

  2. Basement Specialist Denver CO · September 23, 2014

    Just wish to say your article is as surprising.
    The clearness in your post is simply great and i could assume you are an expert on this subject.
    Fine with your permission let me to grab your RSS
    feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a
    million and please continue the enjoyable work.

  3. shoestring marketing · September 24, 2014

    Aw, this was an extremely good post. Spending some time and actual
    effort to produce a really good article… but
    what can I say… I procrastinate a whole lot and don’t seem
    to get nearly anything done.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s