[Movie] Demi Ucok (2011)

001. DemiUcok
Title : Demi Ucok | Year : 2011 (Limited), 2013 (Wide Released) | Genre : Drama, Comedy | Cast : Geraldine Sianturi, Lina Marpaung, Sunny Soon, Saira Jihan | Director : Sammara Simanjuntak| Rate :

 Perhatian : Mungkin dari beberapa bagian di review ini mengandung spoiler

Terkadang sesuatu yang overexpose juga tidak selamanya memuaskan. Kalimat itu selalu terngiang saat film Indonesia menjadi buah bibir (paling tidak) di Twitter. Ada yang optimis, ada yang skeptis atau ada yang cuek saja. Saat Demi Ucok menjadi buah bibir di awal tahun 2012 yang kemudian gelombang expose itu terus menerus bergulir selama setahun dengan jargon “Film dari 10,000 Co-Produser“. Saya bukan bagian dari 10,000 itu, belum sempat dan belum tertarik.

001. DemiUcokcap

Kemudian di akhir tahun 2012 saat film ini pertama kali screening di hadapan publik pecinta film, timeline Twitter saya juga mulai ramai kembali dengan pujian-pujian film yang digagas oleh Sammara Simanjuntak, sineas yang cukup berhasil membawa Cin(T)a ke level film yang mudah disukai meski beresiko. Bercerita tentang perjuangan Glo (Geraldine Sianturi), batak yang belum juga menikah meski usia sudah tak lagi muda dan masih saja hidupnya bergantung pada sang Ibu, Mak Gondut (Lina Marpaung). Mereka berdua bagai Tom & Jerry, saling berselisih paham, bertengkar meski untuk urusan yang sepele. Glo yang sukses dengan film indie pertamanya ingin sekali membuat film dengan kualitas yang jauh lebih baik. Dana adalah halangannya, dan Mak Gondut mau tak mau menjadi solusinya. Namun, Mak Gondut merasa perlu meminta pamrih dari apa yang sudah dia serahkan ke Glo. Menantu. Satu hal yang belum bisa dipenuhi oleh Glo. Inilah kisah Glo dan Mak Gondut demi sebuah keinginan Mak Gondut dan idealisme Glo.

Saya bingung harus menilai film ini dari sisi mana. Ya, saya bukan kritikus film handal yang mengerti tentang tetek bengek teknis film namun menonton Demi Ucok adalah menonton 1 jam 15 menit yang cukup menyiksa secara tampilan. Mungkin memang maksudnya film ini adalah film indie, bernafaskan indie dan dibuat indie. Namun menurut hemat saya, Mandiri bukan berarti sekenanya sendiri. Segala macam kesemrawutan teknis tadi ditambah dengan plot cerita yang seharusnya bisa berjalan mulus kemudian bertumpuk di persimpangan yang sebenarnya juga tak jelas kemana arahnya. Ada banyak issue yang ditampilkan namun hampir tidak semua diselesaikan dengan baik. Dan kembali lagi mungkin inilah maksud indie atau mandiri. Terserah pembuat film, toh tak ada kepentingan pasar di sini. Mungkin.

Hal yang membuat saya masih bisa menikmati film ini adalah karakter Mak Gondut yang diperankan oleh Lina Marpaung dengan sangat baik, bahkan akting dia mampu menutupi kekurangan film ini. Ekspektasi adalah hal yang rentan, antara anda akan puas atau bahkan kebalikannya, anda kecewa. Saya mungkin ada di pilihan kedua. Demi Ucok jika diibaratkan Pizza. Enak saat panas, namun setelah dingin jadi kurang menarik. Sangat baik di 20 menit awal kemudian kedodoran di tengah dan akhir.–[001/2013]

5 comments

  1. Amir Syarif Siregar · January 9, 2013

    Aaaaakkk… Review-nya kereeeeennn… Bukan karena sependapat tapi yahhh… analisis yang tajam, Mas Tri!

    • djaycoholyc · January 9, 2013

      Sangat tersanjung mendapatkan pujian dari pemilik blog terfavorit dari ajang penghargaan sebuah operator telekomunikasi yang tak boleh saya sebutkan :’)

      • Amir Syarif Siregar · January 9, 2013

        AXIS… *kabur*

  2. Camelia Jonathan · January 27, 2013

    Saya salah satu co-producer Demi Ucok, dan agak kecewa dgn filmnya. Teknik pemasaran jenius yg digembar-gemborkan dari awal sdh terlanjur membangun ekspektasi saya terlalu jauh. Tapi perlu sy akui, dialog satir yg digunakan cukup menjadi memorable quotes. Sudah itu saja, sisanya? Ya seperti yg ditulis, editing di bawah standard, audio belang, issue2 yg saling menghadirkan masalah, namun tdk saling mendukung cerita menuju konklusi akhir.
    Nice review, BTW. Salam🙂

    • djaycoholyc · January 27, 2013

      Terima Kasih sudah bersedia mampir ke blog (jelek) saya. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s