[Movie] Rectoverso (2013)

019. Rectoverso
Title : Rectoverso | Year : 2013 | Genre : Drama| Cast : Lukman Sardi, Prisia Nasution, Dewi Saraswati Irawan, Asmirandah Zantman, Widyawati, Dwi Sasono, Acha Septriasa, Indra Birowo, Rangga Djoned, Tetty Liz Indriati, Tio Pakusadewo, Sophia Latjuba, Yama Carlos, Amanda Soekasah, Hamish Daud | Director : Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma, Marcella Zalianty| Rate :

 Perhatian : Mungkin dari beberapa bagian di review ini mengandung spoiler

Sebuah ‘kompilasi’ cerita dari sebuah buku yang cukup kuat di cerita dan puisi. Rectoverso mejelma menjadi omnibus yang sangat sayang untuk dilewatkan. Tak banyak omnibus yang mampu membius saya untuk tetap menikmati cerita per cerita yang terjalin apik, rapih dengan tata gambar yang hangat dan tata suara serta musik pendukung yang baik. Kompilasi itulah yang membuat Rectoverso menjadi omnibus yang lebih baik ketimbang omnibus-omnibus yang sudah beredar saat ini.

019. Rectoversocap

Diambil dari 5 judul di buku Rectoverso karya Dewi ‘Dee’ Lestari, film ini mengangkat satu tema yang sama di mana sebuah cinta yang tak terucap atau terlalu usang untuk diperbincangkan ketika dua hati itu mulai terlupa dari apa yang mereka sebut kejujuran. Malaikat Juga Tahu mampu membuat Lukman Sardi kembali ke track yang selama ini dia tinggalkan, aktor terbaik dengan akting yang luar biasa. Lalu di bagian aktris terbaik di film ini saya sematkan ke Acha Septriasa dalam judul Curhat Buat Sahabat. Siapa yang tahu bahwa Acha mampu berubah menjadi aktris yang patut diperhitungkan saat ini. Karir Acha kembali naik setelah dia berhasil membawa karakter yang supel namun rapuh.

Ada Hanya Isyarat, bagian cerita ini adalah terbaik ketiga di Rectoverso. Meski tak banyak mengisahkan sesuatu yang luar biasa namun Hanya Isyarat mampu membuat saya merasa masuk dalam cerita itu, dan pemain di bagian cerita inipun sebenarnya tak ada yang spesial. Dalam Cicak Di Dinding mungkin yang sedikit mengganggu adalah Sophia ‘always horny’ Latjuba, paling tidak yang tersirat dalam diri saya melihat karakter yang dimainkan oleh Sophia seperti itu. Teasing yet annoying. Yama Carlos mampu mengimbangi cerita ini dengan baik. Dan dari kelima cerita mungkin yang terlemah adalah Firasat. Unbelievable story dengan eksekusi yang terlalu biasa. Tetap, Dwi Sasono mampu bermain baik.

Jadi secara urutan cerita terbaik sampai terlemah adalah : Curhat Buat Sahabat, Malaikat Juga Tahu, Hanya Isyarat, Cicak Di Dinding dan Firasat. Oh iya, para pengisi soundtrack film ini mampu membangkitkan kegalauan sepanjang film, ini juga faktor penting di Rectoverso. Karena memang lagu-lagu dalam album Rectoverso milik Dewi ‘Dee’ Lestari memang sangat personal sekali dan penyanyi yang menyanyikan ulang memiliki intepretasi sendiri atas lagunya. Saya rindu film Indonesia seperti ini.[019/2013]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s