Tanah Mama (2015)

Sebuah kesalahpahaman yang membuat Halosina menjadi ‘korban’ dalam kehidupannya sendiri. Halosina terpaksa harus membayar mahal apa yang sebenarnya bukan menjadi kesalahannya. Dia dan anak-anaknya terpaksa berpindah tempat dari satu keluarga ke keluarga lain demi sebuah pengharapan hidup yang lebih baik.

1tanahmamaTitle: Tanah Mama | Release Date: 08 January 2014 | Cast: Halosina | Director: Asrida Elisabeth | Genre: Documenter

Dalam sejarah perfilman Indonesia, menjual cerita klasik menye-menye memang sudah barang tentu bakal menarik banyak orang untuk menonton. Tapi jika kisah tersebut tersaji dalam sebuah dokumenter singkat, saya rasa penonton akan cepat merasakan kebosanan. Papua, kisah membosankan Ibu-ibu Papua yang hidup kekurangan, tidak menjual pemandangan indah Papua sudah barang pasti tidak akan pernah laku.

Saya berharap film dokumenter ini mampu sedikit membuka mata bagi para penggiat kemanusiaan yang tidak melulu berkutat dengan alam, orang-orang terpinggirkan atau minoritas. Mereka, orang-orang Papua yang terdesak oleh adat dan budaya lokal seharusnya masuk dalam radar kemanusiaan mereka.

Saya tidak mengharapkan muluk-muluk untuk film ini, 6 tahun hidup di Papua bagi saya seperti kembali mengingat kenangan lama yang indah di sebuah pulau cantik bernama Papua. Saya hanya bisa menghela nafas menyaksikan kegigihan Halosina dalam membela dirinya sendiri dan keluarganya. Dan saya mengamini semua hal yang ada di film ini, bahwa hidup di Papua adalah sebuah benturan kemajuan dan adat budaya.

3.5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s