Di Balik 98 (2015)

Tahun 1998 adalah masa kegelapan bangsa Indonesia setelah 32 tahun. Indonesia dihadapkan dengan reformasi yang didengungkan oleh mahasiswa-mahasiswa yang menuntut turunnya Presiden Soeharto kala itu. Kisah kelam 98 sampai saat ini terus menjadi bahan yang sensitif untuk dikemukakan (sama halnya dengan kesensitifan tragedi 1965). Dan Lukman Sardi kemudian berani mengarahkan Di Balik 98, sebuah cerita drama keluarga berlatar setting politik 98.

7dibalik98

Title: Di Balik 98 | Release Date: 15 January 2015 | Cast: Chelsea Islan, Boy William, Donny Alamsyah, Ririn Ekawati, Amoroso Katamsi, Teuku Rifnu Wikana, Bima Azriel, Verdi Soleman, Alya Rohali, Fauzi Baadilla, Agus Kuncoro | Director: Lukman Sardi | Genre: Drama

Bercerita tentang kehidupan keluarga tentara, Letnan Dua Bagus (Donny Alamsyah) adalah sosok tentara biasa yang merasa bahwa pekerjaan adalah bagian dari hidupnya, namun tak bisa dipungkiri istrinya, Salma (Ririn Ekawati) adalah seorang yang selalu dia kecewakan karena di saat-saat genting Salma, Bagus tak bisa menemani dengan alasan tugas. Mereka mempunyai adik, Diana (Chelsea Islan) aktifis mahasiswa Trisakti yang mulai merasakan kegerahan politik di Indonesia. Dia dan mahasiswa lain akhirnya menuntut perubahan dengan jargon reformasi. Bersama Daniel (Boy William), kekasihnya yang juga mahasiswa merekapun turun ke jalan demi menurunkan Soeharto.

Film ini dibuat dengan amat sangat niat, saya sudah tidak mempedulikan kebenaran historik di film ini. Niat karena props film ini yang benar-benar sesuai jamannya. Setting yang bisa diakali dan mencari cast yang dimiripkan dengan tokoh tertentu. Meskipun begitu, cerita utama Di Balik 98 ini dengan amat disayangkan tidak konsisten. Banyak menimbulkan pertanyaan dan untungnya ditutupi oleh cast yang sangat baik.

Trailer Di Balik 98

Saya khawatir, amat sangat khawatir ketika Chelsea Islan berusaha menunjukkan kepiawaiannya dalam berakting total, bukan akting dengan baik namun malah mendekati annoying. Tapi toh Chelsea memang idola banyak orang, bisa dimaafkan.

Hal lain adalah Agus Kuncoro sebagai B.J. Habibie, Imej Habibie sudah amat melekat dengan Reza Rahadian di film Habibie & Ainun dan itu sangat baik. Dan Agus mentranslasikan Habibie dengan tidak maksimal. Kemudian, Amoroso Katamsi adalah cast yang amat tepat untuk memerankan Soeharto (beliau juga memerankan Soeharto dalam film Pengkhianatan G30S/PKI). As a whole production, desain produksi Di Balik 98 ini cukup bagus, bahkan beberapa Visual efeknya jauh lebih baik ketimbang Garuda Superhero. Saya merasakan “kengerian” yang hampir mendekati “kengerian” saat menonton Pengkhianatan G30S/PKI. Beda level tapi hampir sama.

Kegaduhan politik dan intrik drama digambarkan dengan cukup baik, tatanan setting yang hampir mendekati realita adalah faktor kuat mengapa saya menyukai film ini. Lukman Sardi menandai karya pertamanya sebagai sutradara dengan cemerlang. Shoot-shoot yang presisi dengan kebutuhan cerita.

“Kalau ngomong kebenaran itu salah, lalu yang pantas ngomong kebenaran itu siapa?”

4/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s