Mimpi Anak Pulau (2016)

Pendidikan adalah hak warga negara, siapapun dari ras manapun dan strata sosial manapun seharusnya memiliki hak yang sama. Tema inilah yang diusung oleh Mimpi Anak Pulau, film yang mengisahkan Gani Lasa (yang sampai saat saya menyaksikan filmnya baru tahu bahwa sosok Gani adalah sosok yang cukup dipandang sukses oleh masyarakat Batam) seorang anak pulau dengan latar belakang kemiskinan dan cita-cita dia meraih pendidikan yang layak.

Mimpi Anak Pulau

Title: Mimpi Anak Pulau| Release Date: 18 Agustus 2016 | Cast: Ray Sahetapy, Ananda Faturrahman, Daffa Permana, Herdin Hidayat, Dato Tamimi, Mardiana Alwi, Keliek Soejanto | Director: Kiki Nuriswan| Genre: Drama, Biography | Rating: 2/5

Perjuangan Gani dimulai sejak kecil, berjualan nenas di sekolahnya demi sepatu baru sampai dia harus bekerja sebagai buruh lepas di pulau seberang. Semua dia lakukan demi tujuan utama dia: menjadi orang yang berpendidikan tinggi. Tujuan dia memang bukan merengguk kekayaan, bagi Gani pendidikan adalah hal terpenting yang menjadi fokus hidupnya. Tak lebih.

Mimpi Anak Pulau mengalir dengan cerita yang sudah matang dan karakter-karakter yang memang terbentuk dari skrip yang sudah baik. Menonton film dengan latar belakang Batam tahun 50-an menjadikan wawasan tersendiri bahwa dahulu Batam adalah bagian kecil yang terlupakan dari Indonesia di mana mata uang yang dipakai adalah dollar Singapura bukan rupiah. Kemudian pemandangan Batam yang mungkin memang tidak berbeda cukup jauh dari tahun 50-an sampai sekarang.

Eksekusi film ini dari awal hingga sampai 15 menit jelang akhir buat saya masih baik bahkan ada moment yang menarik untuk disaksikan. Namun, amat disayangkan 15 menit terakhir seolah-olah penulis/sutradara ingin menuntaskan begitu saja cerita yang sudah terbangun baik. Untung saja tidak cenderung ke arah “memberi petuah seolah-olah film dibuat untuk menegur orang agar tetap berbuat sebagai mestinya manusia sempurna”.

Mimpi Anak Pulau adalah tontonan dengan kemasan yang sesuai dan cerita yang cenderung biasa, baik di permulaan menurun di akhir film. Mulai tayang 18 Agustus 2016, salah satu alternative tontonan film Indonesia dengan genre klasik namun masih relevan dengan keadaan sekarang.

Trailer Mimpi Anak Pulau (2016)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s