Cahaya Cinta Pesantren (2017)

Dengan sikap skeptis, saya tidak berharap banyak pada Cahaya Cinta Pesantren. Terbayang film ini akan menjadi film dengan petuah-petuah reliji yang overdosis dan kemudian kita disuruh membayangkan bagaimana kerasnya kehidupan Pesantren. But, I am totally wrong. Cahaya Cinta Pesantren tak seburuk itu, tidak begitu istimewa namun masih tetap bisa dinikmati.

cahaya-cinta-pesantren

Title: Cahaya Cinta Pesantren | Release Date: 12 January 2017 | Casts: Yuki Kato, Febby Rastanty, Vebby Palwinta, Sivia Azizah, Rizky Febian, Fachri Muhammad | Director: Raymond Handaya | Genre: Comedy, Drama | Rating: 2/5

Fokus film ini ada di Marsilla Silalahi, gadis yang keras kepala dan suka membangkang. Suatu hari dia tidak diterima di sekolah manapun dan satu-satunya sekolah tinggi yang bisa dia masuki adalah Pesantren. Maka mau tidak mau, diapun masuk Pesantren demi membahagiakan Ibunya dan juga bapaknya.

Kehidupan Silla beralih dari duka ke suka, gembira, kemudian duka lagi, diakhiri kegembiraan. Terkadang memang ada beberapa hal yang tidak kau senangi jika dilakukan terpaksa maka lama-lama juga terbiasa.

Karena settingannya pesantren maka over-preach tentang aqidah dan agama memang sudah pas takarannya. Tidak berlebihan. Secara tampilan dan naskah juga lumayan. Meski 144 menit bukan ide bagus untuk menonton film dengan genre seperti ini. Yuki Kato jelas bintangnya. Dan aura positif dia di film ini yg bikin hampir semua pemainnya bermain sesuai karakter. Meski kadang agak off.

Sebagai penampilan perdana, Rizky Febrian cukup bagus menjalankan karakternya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s